Rabu, 05 Januari 2011

PENCEGAHAN PENULARAN AIDS UNTUK DOKTER GIGI

membayangkan jadi dokter gigi itu bahaya banged,untuk itu kita harus berhati-hati apalagi dengan AIDS.
Setelah gejala klinis dimulut diketahui, maka perlu diambil upaya pencegahan penyebaran penyakit ini melalui praktek dokter gigi, sebab ketakutan terkena infeksi AIDS telah melanda kalangan dokter gigi, pasien maupun perawat gigi. Sampai sekarang upaya pencegahan kontaminasi atau penularan infeksi HIV pada praktek dokter gigi masih dilakukan seperti upaya pencegahan infeksi silang lainnya.
Pada dasarnya tindakan pencegahan harus mencakup lima komponen penting yaitu penjaringan pasien, perlindungan diri, dekontaminasi peralatan, desinfeksi permukaaan lingkaran kerja dan penanganan limbah kllinik.

a. Penjaringan Pasien
Dalam hal ini harus disadari bahwa tidak semua pasien dengan penyakit infeksi dapat terjaring dengan rekam medik sehingga system penjaringan pasien tidak menjamin sepenuhnya pencegahan penularan penyakit. Konsep Universal precaution pertama kali dianjurkan oleh Centers For disease Control (CDC) pada tahun 1987 yaitu mempermalukan semua pasien seolah-olah mereka terinfeksi HIV.
b. Perlindungan diri
Perlindungan diri meliputi cuci tangan, pemakaian sarung tangan, cadar, kaca mata, dan mantel kerja. Prosedur cuci tangan dilakukan dengan sabun antiseptik di bawah air mengalir. Persyaratan yang harus dipenuhi sarung tangan adalah bdasar tidak mengiritasi tangan, tahan bocor, dan memberikan kepekaan yang tinggi bagi pemakainya. Cadar berfungsi untuk melindungi mukosa hidung dan kontaminasi percikan saliva dan darah pada mata karena conjunctiva mata merupakan salah satu port entry sebagian besar infeksi virus. Sedangkan mantel kerja dianjurkan digunakan sewaktu melayani pasien yang setiap saat terkancing baik.
c. Dekontaminasi Peralatan
Dekontaminasi adalah suatu istilah umum yang meliputi segala metode pembersihan, desenfeksi dan sterilisasi yang bertujuan untuk menghilangkan pencemaran mikroorganisme yang melekat pada peralatan medis sedemikian rupa sehingga tidak berbahaya. Metode dekontaminasi yang utama adalah penguapan dibawah tekana (autklav), pemanasan kering (oven udara panas), air mendidih dan desinfektan kimia dengan menggunakan hipoklorit atau glutaraldehid 2%.
d. Desinfeksi permukaan lingkungan kerja
Setiap permukaan yang dijamah oleh tangan operator harus disterilkan (misalnya instrumen) atau desinfeksi (misalnya meja kerja, kaca pengaduk, tombol-tombol atau pegangan laci dan lampu). Meja kerja, tombol-tombol, selang as[pirator, tabung, botol material dan pegangan lampu unit harus diulas dengan klorheksidin 0,5% dalam alcohol atau hipoklorit 1000 bagian perjuta (bpj) dari klorida yang tersedia, dalam setiap sesi atau setiap pergantian pasien. Piston harus dicuci dan debris dari pelastik penyaring dibersihkan setiap selesai satu pasien. Selang aspirator sebaiknya memakai yang sekali pakai. Bila ada noda darah, cairan tubuh atau nanah, permukaan harus didesinfeksidengan larutan hipoklorit yang mengandung 10.000 bjp dari klorida yang tersedia dan kemudian dibersihkan dengan lap sekali pakai. Larutan harus dibiarkan pada permukaan yang akan dibersihkan minimal selama tiga menit, kemudian larutan tersebut dilap, serta permukaan permukaan tersebut dibilas dan dikeringkan.
Posisi operator tertentu didalam melakukan tindakan perawatan gigi, juga mempunyai rwesiko kontaminasi dari mulut pasien ke operator. Penelitian di Universitas Bologna, Itali membuktikan bahwa resiko terbesar bagi operator bila ia bekerja pada posisi kanan penderita diposisi jam 9.
e. Penanganan limbah klinik
Yang dimaksud dengan limbah klinik adlah semua bahan yang menular atau kemungkinan besar menular atau zat-zat yang berbahaya yang berasal dari lingkungan kedokteran dan kedokteran gigi. Sampah ini dikumpulkan untuk dibakar, atau ditanam untuk jenis tertentiu. Limbah klinik seperti jarum dikumpulkan didalam wadah plastik berwarna kuninguntuk dibakar dan jenis limbah tertentu dikumpulkan untuk ditanam. Sebaiknya jarum suntik disposible setelah dipakai langsung dibuang dalam wadah tanpa memasang kembali penutup jarum, hal ini untuk menghindari tertusuknya tangan oleh jarum tersebut.

Limbah darah, adalah yang paling potensial mengandung HIV, maka bila ada limbah darah misalnya kapas dengan darah, ekstraksi jaringan atau gigi jatuh ke lantai ambillah limbah tersebut dengan mengggunakan sarung tangan, dibersihkan dengan lap atau tissue kertas kemudian lap atau tissuedan daerah tumpahan dituangkan larutan hipoklorit 10.000 bpj. Setelah 10 menit atau lebih, bilas tempat tersebut

2 komentar:

  1. Salam kenal Dokter gigi yg cantik, artikel yg menarik krn menyinggung penderita AIDS. saya wanita 35th dan baru saja di vonis HIV smggu yg lalu. tdk ada perasaan apa2 wlupun rasanya tdk ingin menerimanya tp saya mmg pantas menerima krn pergaulan bebas saya. saya tdk takut mati krn smua org pst mati. yg saya takutkan adlh klu saya tdk mampu merawat penyakit saya. dokter menyarankan saya tes darah ulang tp saya blm melakukannya lagi dan saya harap hasilnya akan negatif. apa yg saya lakukan skrg adlh mncari bnyk2 maklumat ttg hiv/aids sampai2 tdk tidur sampe pagi drpd saya kepikiran negatif lbh baik saya cari informasi lwt internet. dan saya sdh mndptkan bnyk masukan positif ttg hiv. bnyk org salah sangka dan mendescriminasikan org2 pengidap hiv/aids. apa yg sebenarnya adlh hiv bukanlah penyakit tapi ianya adlh virus antibody yg menyerang sistem imun dlm tubuh. jika sistem imun lemah maka virus hiv akan berkembang biak shgga jika ada penyakit lain dlm tubuh akan menjadikannya lbh parah shggalah di sebut aids. jadi seorang yg terinfeksi virus hiv blm tentu menjadi pesakit aids jika ia dapat menjaga/meningkatkan sistem imun tubuhnya.
    saya mmg mempunyai bbrp simptom ttp smuanya cpt hilang dan sembuh sehingga dr luar saya nampak sehat2 saja. dan sebenarnya virus hiv sgt lemah di udara jika dibandingkan virus H1N1 virus ini lbh cpt merbak dan menular melalui udara bhkn bisa cpt meninggal. sdgkan hiv membutuhkan bbrp tahun utk membuat sistem imun seseorg lemah dan akhirnya tdk bisa melawan penyakit apapun dlm tubuhnya. dan ketahuilah skrng sdh trbukti hiv bisa dirawat dan penderita hiv bisa melahirkan bayi tanpa resiko menularkan virus ke bayinya. metodenya saya blm tahu tp sdh bnyk testimonialnya. skali lagi hiv adlh virus bukan penyakit. jika penderita hiv mempunyai riwayat penyakit sprt kanker maka itulah yg menjadikannya seorang itu mnjd aids. dan krn sistem imunnya yg bgt lemah maka penyakit demam yg ringan saja bisa menjadikannya aids krn sdh tdk mampu lagi melawan.
    apa yg hrs dilakukan adlh jika positif hiv jgn cpt2 brpikir negatif dan hindarkan stress. makan makanan yg brgizi yg mampu meningkatkan sistem imun. biarlah org2 akan pandang hina tp jgn patah smangat utk meneruskan hidup. Tuhan masih sayang krn memberi teguran utk kita sadar sblm ajal menjelang.
    dan yg trbaru saya dptkan bhw trnyata ada sebuah supleman yg boleh meningkatkan sistem imun tubuh dan mengklaim klu ianya bisa membunuh virus hiv. krn harganya yg trgolong sgt mahal maka bnyk penderita hiv yg mayoritas gol menengah kebwh tdk trtolong. satu btl adlh 100 USD.. klulah bisa dijual murah pst bnyk penderita hiv yg tdk akan brpotensi mnjd AIDS. walaupun sdh ada rawatan sprt HAART tp tdk smua penderita hiv ingin di pantau keberadaannya. ingat! virus hiv tdk menular melalui udara. darah yg jatuh ke lantai tdk brpotensi untuk menyebarkan virus. jd sgl pencucian dg larutan klorok utk bekas2 org hiv adlh sebuah deskriminasi saja. bayi dlm kandungan sj bisa selamat jadi knp hrs takut brdekatan dg org2 hiv positif utk kegiatan yg positif?
    buat mbak dokter yg cantik terima kasih dg blognya. srng2 online dan iklankan blognya spy bnyk pengunjungnya.

    aku baik2 saja.

    BalasHapus